|
Umami dan keasinan
Banyak dari kita telah mengkonsumsi makanan yang asin atau berlemak
tinggi melebihi kebutuhan badan kita. Rasa dari garam yang ditambahkan
pada makanan dan besarnya hidangan berlemak tinggi tidak ayal lagi adalah
menggiurkan. Penelitian ilmiah sebaliknya telah menyatakan adanya hubungan
antara hidangan yang mengandung banyak lemak dan natrium dengan resiko
kesehatan seperti penyakit jantung koroner, diabetes, dan hipertensi. Para
nutrisionis menganjurkan agar kita mengurangi pasokan bahan-bahan itu, dan
produsen makanan telah menanggapi dengan menyajikan banyak makanan populer
dengan versi lemak rendah dan rendah natrium. Mempertahankan keseimbangan
rasa yang bisa diterima sebaliknya dapatmenjadi sulit, karena menghilangkan
lemak atau natrium dapat menyebabkan makanan rasanya hambar.
Monosodium glutamat (MSG) dapat sangat berguna di sini. MSG hanya mengandung
natrium sepertiganya garam dapur, dan digunakan dalam tingkat yang sangat rendah.
Meskipun MSG sendiri tidak berasa asin, dengan menambahkan sedikit monosodium glutamat
ke dalam produk rendah natrium dapat membuat rasanya sebaik makanan yang mengandung
kadar garam tinggi.
Penelitian menunjukkan bahwa orang mengganggap bahwa makanan yang mengandung kadar garam
rendah menjadikan lebih dapat diterima kalau dibubuhi sedikit monosodium glutamat.
Studi itu mengadakan penilaian respons orang terhadap versi-versi kuah bening dengan
MSG dan tanpa MSG dan tambahan garam yang berbeda¬beda kadarnya. Garis horizontal
yang terputus pada grafik menunjukkan ambang batas di bawah dimana peserta dalam
penelitian itu menggangap kuah itu tidak enak. Tanpa penambahan MSG, kuah itu tidak
dirasa enak dimakan, sampai kadar garam mencapai 0.75%. Dengan MSG sebaliknya, kuah
itu menjadi dirasa enak dimakan dengan kadar garam 0,4% saja.
Makanan bagi lanjut usia
Kalau kita bertambah tua, banyak di antara kita yang kehilangan sebagian dari
indera rasa dan bau. Proses itu biasanya mulai usia sekitar enam puluh, dan
menjadi terasa pada usia tujuh puluhan. Sebagai akibatnya, pemilihan makanan
orang lanjut usia dapat berubah, seringkali perubahan ini mengakibatkan diet
dengan kualitas lebih rendah atau pada pasokan makanan ke tingkat tidak
cukup. Glutamat dapat memberi sumbangan yang menolong diet kaum lansia dengan
membuat banyak makanan lebih berselera atau menarik.
|